Qs. Annahl

Selamat datang di blogger Zainal Masri->>Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk (Qs. An-Nahl:125)...!!

Kamis, 05 Desember 2013

JADILAH SEORANG MUSLIM YANG BENAR


الحمد لله ربّ العالمين . وبه نستعين علي أمورا لدّ نيا وا لدّ ين , والصّلاة والسّلام علي أشرف الأنبياء وا لمرسلين   وعلي آ له وأصحابه أجمعين , أ مّابعد .

Saudara-saudaraku kaum muslimin yang berbahagia!
Islam mengajarkan kepada kita tentang keesaan Allah. Menyekutukan Allah dianggap sebagai dosa yang paling besar. Allah adalah satu, Allah tidak mempunyai persamaan, tidak mempunyai istri, tidak mempunyai anak, tidak mempunyai orang tua, dan tidak ada sesuatu yang menyamai-Nya. Dia yang maha awal, maha akhir, dia Pencipta. Pendeknya, Dia pemilik segala Sifat yang Maha Tinggi.
Oleh karena itu, sebagai seorang muslim, janganlah kita meyembah Al-masih!, jangan menyembah malaikat-malaikat !, jangan menyembah  syetan !, dan janganlah menyembah apapun kecuali Allah.
Dialam raya ini tidak ada sesuatu yang pantas disembah kecuali Allah. Hanya Allahlah yang harus disembah dan hanya kepad Allah sajalah seseorang harus memohon Ampunan dan memohon pertolongan.
Dalam hal ini Allah berfirman dalam surat Al-fatihah sebagai berikut:
                                    اياك نعتد و اياك نستعين
“Hanya kepadamu kami menyembah dan hanya kepadamu kami memohon pertolongan”
Saudara-saudara sekalian!Bukanlah orang yang dapat berbicara berbahasa Arab dengan lancar disebut orang Islam. Bukanlah orang yang menjauhkan diri dari makan daging Babi disebut orang islam. Bukanlah irang yang memakai peci dan sarung disebut orang islam,akan tetapi orang islam ialah orang yang memproklamasikan prinsip bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad SAW adalah hamba dan pesuruhnya.
Selain itu, ia harus berkata dan berbuat benar bagaimanapun,kapanpun,diamanapun ia berada  walaupun pahit unutk dikerjakan. Didalam mahfudzot dikatakan :



                                                   قل الحق ولو كان مرا         
                        “Katakanlah yang benar walaupun itu pahit “

Generasi Muslim yang terhormat !seorang Muslim adalah dia yang bahagia melihat orang lain berada dalam kebahagiaan, khususnya apabila ia bahagia disebabkan oleh dirinya. Ia bersedih melihat saudaranya dalam kesulitan, khususnya apabila kesulitan itu disebabkan oleh dirinya. Al-qur’an menyatakan yng artinya sebagai berikut:


            “Muhammad adalah rosul Allah. Dan mereka yang bersamanya keras terhadap orang kafir dan kasih sayang antara sesama.

Saudaraku generasi muslim yang terhormat ! tugas anda sekarang adalah menunjukkan identitas islam walaupun seandainya anda hidup dinegara non muslim. Anda harus menunjukkan identitas keislaman anda walaupun anda bekerja ditengah-tengah masyarakat kafir ! janganlah anda takut untuk berkata :”Aku seorang muslim, walaupun banyak orang kafir akan benci, walaupun orang musyrik akan benci, walaupun banyak orang munafik akan benci.
Baiklah saudara-saudaraku ! mungkin cukup sampai disini dapat saya sampaikan pada kesempatan pada kali ini, dan akhirnya saya menghimbau kepada saudara-saudaraku sekalian, marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan agama islam.
Akhirnya saya ucapkan:
والسلام غليكم و رحمة الله وبراكاته

AMALAN AMALAN ISTIMEWA



                                        السلام عليكم ورحمة الله وبركا ته
الحمد لله ربّ العالمين . وبه نستعين علي أمورا لدّ نيا وا لدّ ين , والصّلاة والسّلام علي أشرف الأنبياء وا لمرسلين   وعلي آ له وأصحابه أجمعين , أ مّابعد .
Hadirin Yang saya hormati…
            Sudah sewajibnyalah kita sebagai makhluk ciptaan Allah SWT mengucapkan puji syukur kita kehadirat Allah yang mana dengan rahmat dan hidayah-Nyalah kita sampai sekarang masih dapat menghirup udara yang segar ciptaan-Nya, dan dengan rahmat dan hidayah-Nyalah kita dapat bertatap muka di tempat yang penuh berkah ini, coba  bayangkan kalau seandainya kita tidak diberi rahmat dan hidayah-Nya, maka mungkin kita seperti saudara saudara kita yang ada di Eropa sana, dan sudah sepantasnyalah kita sebagai pengikut ajaran nabi akhir zaman untuk mencurahkan salam beserta sholawat kita kepada nabi kita, rasul kita, Rasulullah SAW yang dengan ajarannya kita dapat keluar dari zaman kebodohan ke zaman yang penuh dengan ilmu pengetahuan seperti yang kita rasakan saat ini
            Baiklah Hadirin, pada kesempatan yang berbahagia ini dan pada tempat yang penuh berkah ini saya akan memilah-milah kata yang mana dari beberapa kata tersebut akan membentuk sebuah kalimat, dan dari kalimat-kalimat tersebut akan membentuk sebuah judul :


AMALAN AMALAN ISTIMEWA

            Saudaraku yang seiman dan seagama apakah kalian tahu mengapa pidato saya ini saya beri judul amalan-amalan yang istimewa? karena pada umumnya amalan-amalan yang kita kerjakan di dunia ini akan terputus apabila kita sudah mati nanti sebagaimana firman Allah yang berbunyi:
                                                كل نفس ذائقة الموت
            Dari ayat tersebut kita semua tahu bahwa kita semua nanti akan mengalami yang namanya kematian dimana sseseorang nanti tidak akan bisa lari dari yang namanya kematian kita semua tidak ada yang menemani di alam kubur sana, walaupun mereka di sana dianugerahi kekayaan yang berlimpah ruah, mempunyai isteri yang cantik, serta harta yang banyak, tapi itu semua tidak akan menemani kita di akhirat kelak kecuali dengan amalan kita yang kita tanam di dunia ini.seperti yang telah disabdakan oleh Rasulullah SAW :

اذا مات ابن الادم انقطع عمله الا من ثلاث : صدقة جارية او علم ينتفع له او والد صالح يدعوله 
            Dari hadits tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa kita semua akan mati dan apabila kita semua sudah mati kita terputus dari amalan-amalan kita yang kita perbuat di dunia. Akan tetapi kita masih mempunyai kesempatan untuk terus dapat mendapatkan amalan ibadah dan kita masih dapat menuainya kelak meskipun kita semua sudah mati.
1.Yang pertama yaitu: SHODAQOTUN JAARIYATUN (sadaqah jariyah)
            Seperti kita ketahui bahwa shodaqoh jariyah banyaklah macam-macamnya, kita bisa mengambil contoh dari kalangan kita sendiri yaitu: wakaf, kita telah mengetahui juga bahwa wakaf adalah menyerahkan harta bendanya untuk keperluan agama di jalan Allah untuk kepentingan umat. Tentunya dalam wakaf ini haruslah diiringi dengan niat lillahi ta’ala, contohnya ada orang yang ingin wakaf yang satu hidupnya sedang dan yang satu hidupnya sedang sedang saja kemudian si kaya datang ke daerahnya dan menyerahkan sebagian hartanya yang berupa tanah seluas tiga hektar, akan tetapi di dalam hatinya ada rasa supaya dilihat orang lain kemudian orang yang hidupnya sedang datang kedaerahnya dan menyerahkan tanahnya seluas setengah hektar, dengan tulus ikhlah untuk mengharapkan ridho dari Allah SWT semata, dengan demikian yang akan diterima oleh Allah adalah yang sedikit walaupun sedikit karena diniati untuk Allah semata, dan kemudian tanah yang diwakafkannya tersebut dibangun sebuah musholla, maka selama musholla itu digunakan oleh orang untuk beribadah, selama itu pula pahala akan mengalir kepadanya walaupun ia sudah mati, dan inilah yang disebut dengan shadaqoh jariyah.
           
2.Yang kedua yaitu: AL ILMU YUNTAFA’U BIHI ( ilmu yang bermanfaat baginya)
            Dari ayat al-Quran dapat kita kethui bahwa barang siapa yang beriman kepada Allah dan barang siapa yang berilmu pengetahuan akan diangkat derajatnya beberapa derajat, maka dari itu kita harus bangga segbagai santri yang berilmu dan juga bertaqwa kepada Allah karena kita mempunyai banyak kesempatan untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat yang dimana sengan ilmu tersebut Allah akan mengangkat derajat kita dan apabila dengan ilmu tersebut kita dapat mengamalkannya kepada orang lain maka selama orang itu masih mengamalkan ilmu yang kita ajarkan tersebut maka selama itu pula kita masih akan memperoleh pahala meskipun kita semua sudah mati. inilah yang disebut dengan ilmu yang bernmanfaat.

3.Yang ketiga yaitu: anak sholeh yang mau mendoakan orang tuanya                            meskipun orang tuanya sudah meninggal dunia kita telah mengetahui bahwa kewajibasn seorang anak kepada orang tuanya adalah menghormatinya dan mendoakannya, bukannya durhaka kepada kedua orangtuanya sebagai contoh apabila sang anak disuruh oleh ibunya untuk nembeli sesuatu dan dia berkata "ah" maka itu sudah termasuk dosa besar karena m,anghardik dan menyakiti hati orang tua.
            Tetapi sebakliknya anak yang sholeh adalah yang selalu mngikuti perintahnya (selama dalam kebaikan) dan selalu mendoakan orang tuanya dan selama anak itu masih mendoakan orang tuanya maka selama itu pula sang oang tua akan terus mendapatkan pahala yang terus mengalir.
            Itulah saudara saudaraku sekalian amalan amalan istimewa yang apabila kita melakukannya maka kita akan mendapatkan pahala yang terus menerus mengalir sampai kiamat kelak, sekian yang dapat saya sampaikan pada malam hari ini dan semoga saja ada guna dan mandfaatnya bagi kita semua dan akhirnya saya ucapkan:
والسلام عليكم ورحمة الله و براكاته  

Senin, 04 November 2013

CERAMAH_MENJAGA LIDAH


PIDATO DIDIKAN SUBUH
Disusun oleh:
Zainal Masri


السلام علىكم ورحمةالله وبركاته

            Alhamdulillahirabbil ‘alamin, wassholatu wassala mu’ala asyrofil ambiya iwal mursaliin, wa’ala alihi washahbihi ajma’in, asyhadualla ilahaillallaah, waasyhadu annamuhammadan ‘abduhu warasuuluh, allahumma sholli ‘ala muhammad, wa’ala ali muhammad, amma ba’du
            Yang saya hormati, bapak-bapak ustad yang membimbing didikan subuh di pagi ini, dan yang saya muliakan, kakak-kakak, adek-adek dan teman-teman, gernerasi muda harapan bangsa,..
            Alhamdulillah, kita bersyukur kepada allah SWT, Tuhan yang maha pengasih, dan belum pernah pilih kasih, Tuhan yang maha penyayang, yang sayang nya tidak terbilang, alhamdulillah dengan berkat limpahan rahmat, hidayah serta inayahnya kepada kita, pada pagi yang cerah ini kita telah dapat kembali melaksanakan didikan subuh, di mesjid kita yang sangat kita cintai ini,
            Kemudian shalawat dan salam, untuk junjungan kita, nabi besar muhammad SAW, Karena beliau adalah Rasul yang terahir,  yang menjadi Rahmatalil’alamiin.
            Bapak-bapak ustad yang saya hormati, kemudian kaumuslimin dan muslimat, terutama teman-teman saya generasi muda harapan bangsa

Adapun topik pembicaraan kita dalam kesempatan kali ini adalah

“PENTINGNYA MENJAGA LIDAH”
Pokok permasalahannya adalah surat albaqarah ayat 263

Artinya: Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.
Nah, hadirin,..
Dari ayat tersebut maka dapat kita ambil suatu iktibar atau pelajaran, bahawa begitu pentingnya kita menjaga lidah ini, dari ayat tersebut telah jelas dikatakan,bahwasanya allah pun lebih senang dan lebih menyukai orang-orang yang berkata yang baik dan sopan, daripada kita bersedekah akan tetapi menyakitkan hati orang yang menerimanya.
Didalam agama islam, kita tahu bahwa nilai sedekah itu sangat besar sekali dalam pandangan allah SWT, akan tetapi, kalau sekiranya menyakitkan hati orang yang menerimanya, maka kata allah lebih baik kita ini berkata yang baik dan sopan saja kepada dia, sehingga tidak meluluhkan hati orang yang menerima.
Contohnya:
Kadang-kadang ada orang, meminta-minta ke rumah kita, maka kalau kita punya uang,
 Kasih..
Kalau kita tidak punya apa-apa, maka tidak ada salahnya kita berkata:
Maaf pak..  atau  maaf buuk,
Sehingga orang yang meminta pun tidak tersinggung perasaannya oleh kita.
Teman-teman yang berbahagia...
Apa yang dapat kita ambil pelajaranya disini?
Bahwa menjaga lidah itu, bukanlah suatu hal yang sangat mudah. Tidak seperti yang di nasehatkan orang kepada kita. Orang begitu mudah menyuruh kita menjaga lidah. Akan tetapi dia sendiri,, kadang-kadang tidak dijaganya lidahnya,, ringan sekali mulutnya mengunjingkan saudaranya sendiri,,,Ringan sekali mulutnya mengatai-ngatain saudaranya,
Padahal kaumuslimin..
Perlu kita ketahui bersama,, bahwa lidah kita ini klau tidak kita jaga, dan tidak kita pikirkan apa yang mau kita ucapkan kepada orang lain. Ingatlah kaumuslimin...dia sangat berbahaya sekali.
Ada pepatah mengatakan,, barang kali ibu-bapak sudah sering mendengarnya pepatah ini:
bawa kalau pedang itu melukai tubuh,, masih akan ada harapan sembuh, tapi kalau lidah yang melukai hati, kemana obat hendak di cari
Makanya orang sering bialang:
Sekali arang tercoreng di dahi maka seumur hidup orang akan tetap ingat,...
Maka...
Teman-teman ku...,, itu mulut jangan suka menyakiti orang lain, hidup akan susah selamanya.
Teman-temanku..., itu mulut jangan suka menyakiti hati guru kita, hidup tidak baroqah,
Ibu-bapak kaumuslimin, terutama terutama adek-adek dan kakak-kakak generasi muda harapan bangsa
Jadi dengan demikian, marilah kita berusaha semaksimal mungkin, untuk selalu menjaga lidah kita, dari perkataan-perkataan yang tidak baik, atau perkataan-perkataan yang tidak di ridhoi oleh allah SWT,
 Bagaimana caranya?
Tentu Tidak lain dan tidak bukan adalah: pikirkan apa yang mau kita ucapkan kepada  orang lain, dan jangan ucapkan apa yang terpikir saja, tanpa mempertimbangkan  apa mudarat dan  akibatnya.sehingga kalau hal-hal yang sifatnya kecil seperti ini saja kita sudah berhati-hati,, apalagi kita nantinya menghadapi urusan yang lebih besar, lebih terhormat, tentu kita akan terbiasa juga berhati-hati dalam mengucapkan sesuatu kepada orang lain atau saudara kita.
Demikianlah yang dapat saya sampaikan walaupun agak singkat memang  karena keterbatasan waktu,,Mudah-mudahan apa yang yang saya sampaikan ini, dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin YarabbalAlaminn.


wallahu'alam



BERPUASALAH DENGAN KEIKHLASAN YANG UTUH


Hadirin sekalian yang saya muliakan!
Sebentar lagi bulan suci ramadhan akan menyongsong kita. Disana seluruh umat Islam akan diuji, bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tapi juga menahan semua hal yang berhubungan dengan kenikmatan dunia. Yang ingin saya bicarakan kali ini bukanlah sebuah perenungan mengenai dalil-dalil agama, mengapa puasa diwajibkan atas kita. Namun saya ingin bicara tentang suatu hal yang mungkin lebih hakiki, bagaimana puasa kemudian menjadi gaya hidup dan menjadi industri menjelang hari raya Idul Fitri.
Dewasa ini, bulan puasa tampaknya telah menjadi sebuah paradoks dan ritual kemewahan yang menyerupai rutinitas manusia, khususnya di Indonesia. Saat dimana seharusnya seluruh umat Islam diwajibkan melakukan pengekangan nafsu dan syahwat, disaat yang sama sebagian besar orang kemudian merasa berkewajiban untuk menyiapkan kemewahan yang berlebihan dibanding hari-hari biasanya di luar bulan suci Ramadhan. Makanan memang tidak tersedia di meja makan ketika fajar hingga menjelang maghrib, namun ketika waktu sahur dan berbuka tiba, maka suguhan makanan dan minuman yang tidak biasa terlihat, mulai disajikan. Toko-toko, mal-mal, restoran-restoran berlomba untuk menawarkan paket berbuka puasa yang tidak biasanya. Berpuasa lalu hanya menjadi ritual di siang hari, dan di malam hari semua orang merasa berhak mabuk dalam kebebasan nafsunya.
Hadirin sekalian yang saya hormati!
Berpuasa tentulah memiliki makna kesederhanaan. Jika yang kita konsumsi di bulan ramadhan jauh lebih mewah dari yang kita konsumsi di hari-hari biasa, maka sesungguhnya kita tidak sedang mengekang hawa nafsu, kita justru sedang menggunakan bulan ramadhan sebagai alasan untuk melampiaskan nafsu untuk hidup bermewah-mewahan.
Bulan puasa nampaknya memang telah menjadi momentum pembenaran, untuk mendapatkan sesuatu yang tidak mungkin didapatkan di sebelas bulan sebelumnya. Mal-mal dan pusat perbelanjaan menjadi lebih semarak dari biasanya, perang diskon dan paket lebaran terpajang di hampir setiap sudut perbelanjaan.  Transaksi  meningkat  tajam,  tabungan  habis terkuras, sementara sebagian orang menonton karena warung tempat  mereka  bekerja  tutup  sebulan  penuh.  Orang-orang yang sedang berpuasa, merasa bisa melupakan sejenak rasa lapar dan hausnya dengan berbelanja, toh transaksi keuangan tidak membatalkan puasa seseorang.
Hadirin sekalian yang saya banggakan!
Lalu kita dengan angkuhnya melarang orang lain menggoda iman berpuasa kita. Restoran tidak boleh buka di siang hari, tapi supermarket ramai dikunjungi oleh orang-orang yang berpuasa. Kita melarang tempat hiburan malam untuk buka, tapi orang yang berpuasa enggan memberikan sedekahnya bagi pekerja yang harus kehilangan penghasilan karena tutupnya tempattempat tersebut.
Kita juga mengharamkan setiap pemandangan yang mengakibatkan godaan atas rusak atau berkurangnya pahala dari puasa kita, sementara kita sendiri secara  berlebihan  membeli  semua  persiapan  buka  puasa, seakan kita berhak untuk makan berlebihan ketika maghrib menjelang.
Inilah paradoks bulan ramadhan, puasa lalu menjadi alasan bahwa lapar dan haus yang kita tahankan   dari fajar hingga petang adalah bentuk pengorbanan tiada tara, dan karenanya kita berhak untuk menerima kebebasan kita dari petang hingga fajar esoknya. Puasa lalu menjadi semacam alasan kita untuk meminta orang lain agar tidak melakukan godaan-godaan duniawi. Kita seakan-akan ketakutan pada godaan, sehingga merasa perlu menciptakan larangan ini dan larangan itu agar godaan tidak mendatangi kita. Padahal, bukankah puasa adalah ibadah melawan godaan? bukannya meniadakan godaan sehingga kita  tidak perlu  menguji keimanan puasa kita. Itu namanya takut pada godaan, bukan melawan godaan saudarasaudara sekalian.
Hadirin sekalian yang saya banggakan!
Puasa seharusnya membuat kita takut lalu berupaya menghindari godaan. Karena sesungguhnya kadar keimanan kita bisa teruji justeru ketika menghadapi godaan di sekitar kita. Tidak perlu kita melarang semua orang untuk menyebarkan potensi godaan, justeru kitalah yang harus berkata “wahai kau semua godaan hidup, datanglah, karena sesungguhnya iman ini tak akan goyah karenanya.” Disanalah inti keteguhan iman ditemukan, ketika ribuan rongsokan godaan menghambur kearah kita, namun kita tegar tak bergeser sedikitpun. Bukan malah secara lantang dan angkuh meminta orang lain untuk tidak menggoda kita.
Berpuasa tidak boleh menjadi sesuatu yang membuat kita merasa lebih mulia dan istimewa, karenanya kita lalu menuntut orang lain berkorban demi puasa yang sedang kita jalani.Justru berpuasa haruslah menjadi tiang pancang dari dalam diri kita sendiri, dimana diatasnya lalu kita bangun keteguhan dan kekokohan iman yang tak lekang diterpa godaan. Kita tidak boleh setuju dengan cara-cara yang lalu menggunakan kekerasan dalam menertibkan perilaku orang lain. Justeru perilaku kitalah yang kemudian harus memberi warna sejuk, bahwa kita yang berpuasa adalah cermin keteduhan dan kesederhanaan hidup, tanpa embel-embel kehidupan yang fana dan sementara, utuh dalam inti iman.
Hadirin sekalian yang saya cintai!
Berpuasa harusnya bukan hanya sekedar ibadah diatas janji akan pahala dan ancaman akan dosa. Puasa harusnya menjadi sikap hidup dan refleksi atas apa yang terjadi pada sebelas bulan sebelumnya dan keyakinan iman atas apa yang akan terjadi sebelas bulan berikutnya. Seperti kata Goenawan Mohammad “puasa bukan sebagai deprivasi, melainkan sebagai ikhtiar kita untuk mengurangi apa yang dirasakan berlebih dan berlebihan dalam diri. Dengan kata lain, inilah puasa sebagai pilihan laku yang menangkis keserakahan. Bahkan inilah puasa sebagai reduksi agresivitas menghadapi dunia—agresivitas yang meringkus dunia jadi milik dan bagian dari sasaran konsumsi.”
Berpuasa adalah sebuah sikap, sikap kita untuk Tuhan, manusia sesama, hidup dan kehidupan. Kita berpuasa bukan karena puasa adalah sebuah siksa yang wajib kita jalani, dan karenanya kita berhak atas balasan istimewa di malam hari. Bukan juga karena puasa adalah sebuah ritual dimana orang lain harus ikut memikul tanggung jawab untuk mensukseskannya. Kita berpuasa karena dengan berpuasalah kita bisa meyakini, bahwa konsistensi keimanan kita telah berada di sebuah garis lurus yang tidak bergelombang pasang dan surut karena godaan dunia. Kita berpuasa karena sesungguhnya kita memang hendak menguji kekuatan diri yang hakikat menghadapi semua kebendaan dunia yang sementara dan fana.
Hadiri sekalian yang saya muliakan!
Menghadapi bulan ramadhan yang sebentar lagi menjelang, marilah kita memantapkan niat, bahwa kita benar akan memasukinya dengan puncak keihklasan kita yang utuh tanpa mengharapkan keistimewaan datang setelahnya. Juga mari kita teguhkan keberanian iman kita, bahwa berpuasa bukanlah takut  akan  godaan,  tapi  keberanian  melawan  godaan.  Juga mari kita tancapkan kesadaran kita, bahwa berpuasa adalah inti keimanan di dalam diri kita sendiri, tanpa perlu orang lain kita paksa untuk ikut memikulnya.
Hanya dengan itu, berpuasa menjadi utuh sebagai sarana merefleksikan diri kita dihadapan ketuhanan yang sejati tanpa keraguan akan iman dan ketergantungan pada benda yang fana. Semoga Tuhan senantiasa mengingatkan kita di bulan Ramadhan yang akan datang.
Wabillahi Taufiq Wal Hidayah, Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.[1]


[1] Dikutip tanggal 5 November 2013,  di http://jeffriegeovanie.com/index.php/jg-2014/379-berpuasalah-dengan-keikhlasan-yang-utuh